Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Bandara Internasional Dulles Dinyatakan Aman

Written By Uneg Uneg on Minggu, 11 September 2011 | Minggu, September 11, 2011

Bandara Internasional Dulles Dinyatakan Aman

Status keadaan bahaya di Bandar Udara Internasional Dulles di dekat ibu kota Amerika Serikat, Washington DC, akhirnya dicabut pada pukul 20.30 waktu setempat, Sabtu (10/9/2011) atau 07.30 WIB hari Minggu (11/9/2011) setelah tim penjinak bom kepolisian tidak menemukan benda berbahaya pada sebuah paket mencurigakan.

Sebelumnya, sebagian kawasan bandara tersebut sempat ditutup setelah satu paket yang mencurigakan ditemukan di dekat ruang penanganan kargo pada pukul 16.30 waktu setempat. Juru bicara Dulles International Airport, Robert Yingling, mengatakan, penutupan itu mengakibatkan penumpang dan staf di beberapa gerbang pemberangkatan penumpang di sayap B bandara itu dievakuasi.

Menurut Yingling, gerbang-gerbang pemberangkatan itu sempat ditutup selama empat jam sebelum akhirnya dibuka kembali.

Tim penjinak bahan peledak dari Kepolisian Negara Bagian Virginia menyatakan keadaan aman sekitar pukul 20.30. ”Kotak-kotak dalam palet kargo tersebut tidak berisi benda-benda berbahaya,” ujar Yingling, yang mengatakan selama investigasi berlangsung bandara tetap beroperasi.

AS berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi menjelang puncak peringatan 10 tahun serangan 9/11 yang akan dilangsungkan hari Minggu (11/9/2011). Hari Rabu lalu, sebuah informasi intelijen yang bisa dipercaya menyebutkan sekelompok teroris berencana meledakkan bom mobil untuk menyerang infrastruktur penting, seperti jembatan atau terowongan di kota New York dan Washington.

Bandara Dulles sendiri memiliki kenangan pahit terkait tragedi 9/11 karena salah satu pesawat yang dibajak para teroris waktu itu tinggal landas dari bandara yang terletak sekitar 36 kilometer sebelah barat Washington, tersebut. Pesawat milik maskapai American Airlines dengan nomor penerbangan 77 itu kemudian ditabrakkan ke salah satu sisi gedung Departemen Pertahanan AS (Pentagon).  (fz/AFP)

0 komentar:

Posting Komentar