Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Dunia Masih Membutuhkan 8,2 Juta Guru

Written By Uneg Uneg on Selasa, 13 September 2011 | Selasa, September 13, 2011

Dunia Masih Membutuhkan 8,2 Juta Guru

Meski tiap tahunnya jumlah guru selalu bertambah, namun kekurangan tenaga pengajar di seluruh dunia menunjukkan angka yang fantastis.

"Dunia saat ini masih membutuhkan 8,2 juta guru untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SLTA," ujar Director for the Planning and Develpoment of Education Systems UNESCO, David d’Atehoarena saat temu wartawan di Ramada Bintang Bali Hotel Kuta, Bali, Selasa 13 September 2011.

Menurutnya, kebutuhan akan guru untuk seluruh jenjang pendidikan tersebut, terutama berasal dari negara-negara yang padat penduduknya di kawasan Asia dan Afrika. "Untuk kawasan Asia terutama di China, India, Indonesia dan Pakistan," tutur David.

Dari jumlah tersebut, David menambahkan, sebanyak 1,1 juta orang guru diperlukan untuk wilayah Sub-Sahara Afrika. Selain masih memerlukan 1,1 juta orang guru, wilayah Sub-Sahar Afrika juga masih harus mencari 933 ribu guru pengganti yang saat ini akan beralih profesi karena pensiun, lanjut usia dan beralih profesi lainnya.

Menurut David, jumlah guru yang ada saat ini sangat minim. Idealnya, satu orang guru hanya mengajar maksimal 40 orang. Namun, di wilayah Asia-Afrika, komposisi tersebut sangat tidak ideal karena ada yang mengajar lebih dari 40 murid.

"Kebutuhan akan jutaan guru tersebut harus segera dipenuhi dalam kurun waktu tahun 2009 sampai 2015 agar universal primary education dapat tercapai," ujarnya.

Bila tidak, kata David, target pencapaian universal primary education tidak akan tercapai. Bahkan, hingga tahun 2015 yang menimpa negara-negara Asia Afrika.

"UNESCO akan membantu dengan sungguh-sungguh bagi negara-negara dengan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas gurunya masing-masing," tutur David.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kemendiknas, Ananta Kusuma Seta mengatakan, saat ini, Indonesia bukan lagi dalam kondisi kekurangan guru.

"Jumlah guru di Indonesia untuk level pendidikan SD hingga SMA sudah sangat mencukupi. Namun, karena sebarannya tidak merata dan tidak efektif, untuk daerah-daerah terpencil masih saja terjadi kekurangan guru," ujarnya.

Untuk daerah perkotaan, lanjut Ananta, banyak terjadi kelebihan guru yang berimbas pada ketiadaan standar layak bagi para guru dalam mengajar. Sebaliknya, untuk daerah pedesaan banyak sekali terjadi kekurangan guru sehingga seorang guru bisa mengajar lebih dari batas maksimal jam mengajar.

Solusinya, kata dia, pemerintah daerah mampu memberikan perhatian dan menelurkan kebijakan yang pro guru terutama mengatur sebaran guru daerah terpencil secara merata dan seimbang. (fz/viva)

0 komentar:

Posting Komentar